Press "Enter" to skip to content

MEMAHAMI ERTI LILJABINI (LIL-JA-BI-NI)

MEMAHAMI perkataan لِلْجَبِينِ pada surat Ash-Shaafaat ayat ke 103 adalah seperti berikut:

huruf pertama k1=ج , huruf kedua k2=ب, dan huruf ketiga k3=ن

Kata dasar ini sebagai kata benda berkaitan dengan makna penguburan, mati, wafat, kuburan, makam, pekuburan, perkuburan, pusara, pengebumian, kubur, keadaan takut, penakut.

Kata dasar ini sebagai kata kerja berkaitan dengan makna gemetar, takut, hilang semangat.

(Kami mohon maaf jika ada keterkaitan makna yang tidak tepat. Keterkaitan makna ini diambil begitu saja dari makna kata dasar diambil dari google. Keterkaitan makna dari kata dasar ini belum dilakukan koreksi dan perbaikan untuk makna yang tepat untuk dipakai memahami makna secara langsung dari AlQuran. Terkadang keterkaitan makna ini bisa jadi lawan katanya, walau jarang tentunya).
Pesan kami bahwa AlQuran pasti benar, sedang keterkaitan makna ini tentu bisa jadi ada penyimpangan atau ketidak sesuaian makna.

Dalam Al-Quran hanya dipakai untuk bentuk kata benda saja, dalam Al-Quran untuk pola dasar ini tidak digunakan sebagai kata kerja.

1. kata benda : kata لِلْجَبِينِ termasuk dalam jenis kata benda.

adapun yang dimaksud dengan kata benda meliputi kata yang menerangkan tempat, barang, nama, waktu, kondisi serta kata yang menerangkan sifat seperti kesenangan. kata benda ini bentuk dan formatnya tidak dipengaruhi oleh waktu, baik waktu yang lalu, waktu sekarang atau waktu yang akan datang.

2. gender laki-laki : kata لِلْجَبِينِ ini digolongkan dalam kata untuk jenis kelamin laki

3. imbuan : kata لِلْجَبِينِ ini memiliki imbuan li ( لِ ). imbuan li ( لِ ) ini berarti untuk, bagi, kepada. imbuan ini selain dapat digunakan untuk kata kerja juga dapat digunakan untuk diterapkan pada kata benda. imbuan li ( لِ ) ini akan menyebabkan konsonan k3 untuk kata benda berakhiran kasrah

4. kata yang memiliki makna sangat : kata لِلْجَبِينِ ini memiliki makna sangat atau maha dicirikan dengan adanya huruf kasrah panjang atau huruf dhomah panjang yang ada pada konsonan ke 2 (k2). kata ini jika diawali dengan kata sandang al ( اَل ) sering (dalam artian tidak selalu) digunakan untuk menerangkan sifat tuhan pencipta, pemelihara dan raja seluruh alam semesta. adapun jika tidak diawali dengan kata sandang al ( اَل ) maka hanya digunakan untuk menerangkan sifat dari yang ada di alam saja.

5. kata benda tanpa berakhiran tanwin (n) : kata لِلْجَبِينِ ini merupakan jenis kata benda yang berakhiran tanpa tanwin, kata benda tanpa akhiran tanwin ini dapat memiliki akhiran a ( َ ), i ( ِ ) atau u ( ُ ). untuk kata benda ini,. untuk kata benda ini, akhiran yang digunakan adalah i (kasrah). bentuk akhiran (apakah berakhiran a,i atau u), hal ini tergantung pada kata sebelumnya. akhiran i (kasrah) disebabkan karena kata sebelumnya menggunakan kata yang menyebebakan kata berikutnya berakhiran kasrah.

0
0

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *