Press "Enter" to skip to content

PENTING MENJAGA HUBUNGAN

bolehkah saya mencelah diantara saf-saf yang dijarakkan kerana mematuhi perintah pemerintah. saya ada pandangan mengenai SEMBAH, SOLAT DAN SUJUD.
ini adalah difinisi yang saya percaya. sembah adalah melakukan dan meninggalkan apa-apa yang diperintahkan dan dilarang. solat adalah perhubungan. dan sujud adalah melakukan apa yang ditetapkan.
mengenai solat. saya teringat ayat-ayat al-quran surah al-baqarah ayat 220 hingga 242. saya dapati ayat 220 hingga 242 adalah mengenai hubungan (solat) kekeluargaan. tidak ada isu yang terputus di tengahnya dengan hubungan kekeluargaan.
izinkan saya tuliskan semula ayat-ayat itu dalam bahasa melayu.
220. …dan mereka bertanya kepadamu tentang ANAK YATIM, katakanlah: ‘Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan tuhan mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jika tuhan menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya tuhan Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
221. Dan janganlah kami NIKAHI wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang tuhan mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan tuhan menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.
222. Mereka bertanya kepadamu tentang HAID. Katakanlah: ‘Haid itu adalah kotoran’. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan tuhan kepadamu. Sesungguhnya tuhan menyukai orang-orang yang tobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.
223. ISTERI-istrimu adalah tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah untuk dirimu, dan bertakwalah kepada tuhan dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.
224. Janganlah kamu jadikan tuhan dalam SUMPAHMU sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
225. Tuhan tidak menghukum kamu disebabkan SUMPAHMU yang tidak dimaksud, tetapi tuhan menghukum kamu disebabkan yang disengaja oleh hatimu. Dan tuhan Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
226. Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ ISTERINYA diberi tangguh empat bulan. Kemudian jika mereka kembali, maka sesungguhnya tuhan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
227. Dan jika mereka berazam TALAK, maka sesungguhnya tuhan Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
228. Wanita-wanita yang DITALAK hendaklah menahan diri tiga kali quru. Tidak boleh mereka menyembunyikan apa yang diciptakan tuhan dalam rahimnya, jika mereka beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan SUAMI-suaminya berhak merujukinya dalam masa menanti itu, jika mereka itu menghendaki ishlah. Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
229. TALAK dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang makruf atau menceraikan dengan cara yang baik. Tidak halal bagi kamu mengambil kembali dari sesuatu yang telah kamu berikan kepada mereka, kecuali kalau keduanya khawatir tidak akan dapat menjalankan hukum-hukum tuhan. Jika kamu khawatir bahwa keduanya tidak dapat menjalankan hukum-hukum tuhan, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya. Itulah hukum-hukum tuhan, maka janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar hukum-hukum tuhan mereka itulah orang-orang yang lalim.
230. Kemudian jika si suami mentalaknya, maka perempuan itu tidak halal lagi baginya hingga dia kawin dengan suami yang lain. Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum tuhan. Itulah hukum-hukum tuhan, diterangkan-Nya kepada kaum yang mengetahui.
231. Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu mereka mendekati akhir IDAHNYA, maka rujukilah mereka dengan cara yang makruf, atau ceraikanlah mereka dengan cara yang makruf. Janganlah kamu rujuki mereka untuk memberi kemudaratan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka. Barang siapa berbuat demikian, maka sungguh ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Janganlah kamu jadikan hukum-hukum tuhan sebagai permainan. Dan ingatlah nikmat tuhan padamu, dan apa yang telah diturunkan tuhan kepadamu yaitu Al Kitab dan Al Hikmah. Tuhan memberi pengajaran kepadamu dengan apa yang diturunkan-Nya itu. Dan bertakwalah kepada tuhan serta ketahuilah bahwasanya tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu.
232. Apabila kamu menalak istri-istrimu, lalu habis idahnya, maka janganlah kamu menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang makruf. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada tuhan dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Tuhan mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
233. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada tuhan dan ketahuilah bahwa tuhan Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
234. Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan istri-istri hendaklah para istri itu menangguhkan dirinya empat bulan sepuluh hari. Kemudian apabila telah habis idahnya, maka tiada dosa bagimu membiarkan mereka berbuat terhadap diri mereka menurut yang patut. Tuhan mengetahui apa yang kamu perbuat.
235. Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan dalam hatimu. Tuhan mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka, dalam pada itu janganlah kamu mengadakan janji kawin dengan mereka secara rahasia, kecuali sekedar mengucapkan perkataan yang makruf. Dan janganlah kamu berazam untuk berakad nikah, sebelum habis idahnya. Dan ketahuilah bahwasanya tuhan mengetahui apa yang ada dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya, dan ketahuilah bahwa tuhan Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.
236. Tidak ada kewajiban membayar atas kamu, jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan sebelum kamu menentukan maharnya. Dan hendaklah kamu berikan suatu mut-ah kepada mereka. Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya, yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan.
237. Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka, padahal sesungguhnya kamu sudah menentukan maharnya, maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tentukan itu, kecuali jika istri-istrimu itu memaafkan atau dimaafkan oleh orang yang memegang ikatan nikah, dan pemaafan kamu itu lebih dekat kepada takwa. Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu. Sesungguhnya tuhan Maha Melihat segala apa yang kamu kerjakan.
238. PELIHARALAH SEGALA SOLAT (hubungan). DAN SOLAT WUSTHAA (orang tengah). BERDIRILAH KERANA TUHAN DENGAN KHUSYUK.
239. Jika kamu dalam keadaan takut, maka SOLATLAH (hubung) sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah tuhan, sebagaimana tuhan telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.
240. Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di antaramu dan meninggalkan istri, hendaklah berwasiat untuk istri-istrinya, diberi nafkah hingga setahun lamanya dengan tidak disuruh pindah. Akan tetapi jika mereka pindah, maka tidak ada dosa bagimu membiarkan mereka berbuat yang makruf terhadap diri mereka. Dan tuhan Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
241. Kepada wanita-wanita yang diceraikan hendaklah diberikan oleh suaminya mut`ah menurut yang makruf, sebagai suatu kewajiban bagi orang-orang yang takwa.
242. Demikianlah tuhan menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya supaya kamu memahaminya.
1
0

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *